Hari Bidan Nasional – Selamat Hari Bidan Untuk Semua Bidan di Seluruh Dunia

Selamat Hari Bidan Untuk Semua Bidan di Seluruh Dunia

Bertepatan pada 24 Juni 2021 ini Indonesia memeringati Hari Bidan Nasional. Hari nasional ini bersamaan dengan ulang tahun Jalinan Bidan Indonesia( IBI) yang ke- 70. Ayo kenali lebih dekat profesi Si Pahlawan Bunda Bersalin serta sejarahnya.

Hari Bidan Nasional - Selamat Hari Bidan Untuk Semua Bidan di Seluruh Dunia
Hari Bidan Nasional – Selamat Hari Bidan Untuk Semua Bidan di Seluruh Dunia

Sejarah Pendek Hari Bidan Nasional

Hari Bidan Nasional didasarkan pada konferensi bidan awal yang diselenggarakan di Jakarta 24 Juni 1951. Konferensi inilah yang jadi cikal bakal Jalinan Bidan Indonesia( IBI).

Dilansir dari halaman formal IBI, IBI didirikan buat mempererat persaudaraan antar pelakon profesi bidan. Dikala itu, anggotanya masih terbatas pada mereka yang berdomisili di Jakarta. Mereka pula tergabung dalam Kongres Perempuan Indonesia( KOWANI).

3 tahun setelah itu, tepatnya pada 15 Oktober 1954, Departemen Hukum serta Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menetapkan IBI selaku organisasi berbadan hukum. Organisasi yang mewadahi para bidan ini pula formal jadi bagian dari International Confederation of Midwives( ICM) di tahun yang sama.

Lihat juga: Hari Bidan Internasional

Pada tahun 1985, IBI ditetapkan selaku Lembaga Sosial Warga( LSM) di Indonesia. Pada tahun itu pula, IBI melakukan kongres di Medan, Sumatera Utara. Konferensi ini dihadiri anggota ICM dari bermacam negeri.

IBI sukses membuka lebih dari 200 cabang di beberapa provinsi dikala umurnya tiba 30 tahun. Jumlah keanggotaan bertambah pesat dari ratusan sampai jadi belasan ribu. Pada 2019, tercatat 338. 864 bidan dari segala Indonesia yang terdaftar selaku anggota IBI.

Memahami Lebih dalam Profesi Bidan

Tidak seluruh orang dapat jadi bidan. Mereka yang bernazar menempuh profesi ini wajib menuntaskan pembelajaran bidan, mempunyai kualifikasi yang diakui oleh negeri, serta mendapatkan izin buat melakukan aplikasi kebidanan di negeri tersebut.

Ilmu kebidanan sendiri ialah campuran dari bermacam disiplin ilmu. Mulai dari ilmu keperawatan, medis, kesehatan, sosial, budaya, sampai sikap.

Bersumber pada Praktikum Konsep Kebidanan Serta Etikolegal Dalam Aplikasi Kebidanan, seseorang bidan dituntut buat sanggup melaksanakan hal- hal berikut.

  • Membagikan supervisi, asuhan, serta nasehat buat perempuan sepanjang berbadan dua.
  • Menolong persalinan serta nifas.
  • Mengetuai persalinan atas tanggung jawabnya sendiri dan asuhan balita yang baru lahir.
  • Melakukan aksi preventif dengan mengetahui keadaan abnormal pada bunda serta balita.
  • Mengupayakan dorongan kedokteran serta melakukan pertolongan gawat darurat apabila tidak terdapat tenaga medik yang lain.
  • Kedudukan Bidan dalam Dunia Kesehatan Diawali Semenjak Perencanaan Keluarga

Sepanjang ini, seringnya bidan ditatap selaku tenaga kedokteran yang bertugas menolong bunda berbadan dua dalam proses persalinan saja. Sementara itu kedudukan Si Pahlawan Bunda Bersalin sendiri sesungguhnya lebih lingkungan.

Tidak hanya menolong serta mengusahakan persalinan secara wajar, seseorang bidan bertugas memantau kehamilan calon bunda. Kesehatan bakal anak, kebugaran bunda, dan keadaan kesehatan psikis penderita pula tidak luput dari pantauannya.

Seseorang bidan pula wajib melaksanakan bimbingan menimpa perawatan balita serta perencanaan keluarga. Perihal ini berarti buat dicoba sebab angka kematian bunda serta balita di Indonesia masih lumayan besar. Informasi Survei Sosial Ekonomi Nasional di tahun 2015 mencatat 305 kematian bunda dari 100. 000 penduduk. Sedangkan angka kematian balita di tahun 2017 menggapai 24 jiwa dari 1. 000 kelahiran hidup.

Sehabis menyimak penjelasan di atas, jelaslah bila profesi bidan sangat mulia. Telah sewajarnya bila kita membagikan apresiasi lebih terhadap jasa Si Pahlawan Bunda Bersalin. Selamat Hari Bidan Nasional!