Potret seorang tukang besi di sektor kota kuno Hanoi

Walaupun memahami bahwa kerajinan tukang besi adalah satu kerajinan yang susah payah, tetapi ayah Nguyen Phuong Hung, seorang warga di jalan Lo Ren, kota Hanoi udah berkelanjutan merapati kerajinan ini. Dia jadi tenar tidak hanya sebab produk-produk yang dihasilkannya, tetapi termasuk sebab dia adalah orang cuma satu yang tetap mempertahankan kerajinan yang ditinggalkan oleh para pendahulu kota Hanoi dulu.

Pada tiap-tiap hari, suara pukulan palu pada kepingan-kepingan besi, citra dapur penempa yang menyalakan api di toko jalan Lo Ren, nomor 26 udah jadi terlalu beken bagi warga di sektor kota kuno ini. Pemilik toko ini adalah ayah Nguyen Phuong Hung. Toko yang luasnya belum hingga 3 mtr. per faktor dipasang papan sinyal nama kecil dengan isi yang terlalu simple “Hung jalan Lo Ren, nomor 26”, bakal tetapi, toko ini jadi daerah melacak nafkah berasal dari 3 generasi keluarga Nguyen Phuong Hung.

Dia mengatakan: “Saya tidak membutuhkan toko yang besar, tidak membutuhkan pamer kekuatan. Walaupun toko kecil, tetapi aku mengaturnya terlalu ringkas dan teratur. Yang paling perlu bagi aku ialah kekuatan dan prestise, adalah hati aku pada pelanggan, kehangatan kepada pelanggan dan membuahkan produk-produk yang paling baik”.

Pada tahun 1968, dikala baru berusia 10 tahun, tetapi Nguyen Phuong Hung udah singgah ke toko untuk membantu ayahnya mengambil alih besi, membubuhkan sinyal dan menyalakan api dan lain. Justru pekerjaan-pekerjaan yang kecil itu udah berangsur-angsur memicu dia gandrung dengan kerajinan tradisional keluarganya. “Tiga generasi keluarga aku udah melaksanakan kerajinan ini yaitu kakek, ayah dan saya.

Kakek aku tetap memicu produk-produk setengah jadi seperti memicu baut, mur, pedang untuk rombongan-rombongan sirkus. Sampai generasi ayah aku ialah memicu pisau, gunting, sabit dan lain-lain. Sekarang ini, secara pada pokoknya, aku memicu barang-barang untuk kebutuhan pembangunan .Demi kebutuhan masyarakat maka kami bakal mengganti beraneka jenis barang”.

Dapur penempa, besi, landasan dan kantung air adalah alat-alat pokok di toko kecil milik Nguyen Phuong Hung. Diantaranya, dapur penempa dan palu yang tersedia berasal dari zaman kolonialis Perancis yang ditinggalkan oleh kakeknya dianggap sebagai aset yang tak ternilaikan harganya bagi Nguyen Phuong Hung. Disamping dapur penempa tetap tersedia 3 kantong yang berisi zat cairan untuk melebur besi. Bagi dia, untuk terdapatnya satu product yang berkualitas baik tidak sederhana.

Dia mengatakan: “Ada 3 kantong untuk menyimpan minyak, garam dan air. Ketika besi dibakar hingga suhu yang cocok bakal dicampur ke di dalam salah satu diantara 3 kantong ini. Garam membersihkan kulit besi, minyak mengakibatkan pendinginan perlahan-lahan dan air mengakibatkan pendinginan mendadak. Haruslah orang yang melaksanakan kerajinan ini dan berpengalaman maupun cara berpikir baru mengetahuinya”.

Sudah nyaris 60 tahun, tapi, Nguyen Phuong Hung masih terlalu sehat dan keras. Mungkin sebab tenaga kerja yang rajin udah menggembleng dia jadi orang cekatan dan luwes. Kerajinan menempa bagi adalah kerajinan yang keras dan perlu menghirup abu, tangan, kaki serta pakaiannya tetap penuh angus, tetapi senyuman tetap berada di bibir penempa besi Nguyen Phuong Hung.

Pelanggan yang beken berasal dari Nguyen Phuong Hung kebanyakan adalah para tukang batu. Setiap hari, dia memicu kira-kira 60 tatah untuk beton dan yang paling banyak ialah 150 tatah untuk beton. Semua pelanggan yang singgah ke sini termasuk mencintai dan mendambakan berbincang-bincang dengan penempa besi yang penggembira ini. Le Xuan Toan, seorang pelanggan memberitahukan: “Kira-kira berasal dari 2 hingga 3 hari di dalam sepekan, aku singgah ke sini untuk memperbaiki tatah untuk beton bagi tim tukang buruh atas permintaan. Bapak Nguyen Phuong Hung terlalu mencintai kami. Semua tatah untuk beton dia tempa terlalu teliti dengan mutu yang baik, indah dan harganya lebih murah”.