Manfaat Vitamin D, Mineral Zinc dan Magnesium sebagai Immune Booster dalam Mencegah Perkembangan Infeksi COVID-19 di Era New Normal

Halo sobat suplement peninggi badan Coronavirus disease 2019( COVID- 19) ialah penyakit yang diakibatkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 ( SARS- CoV- 2). Sampai dikala ini endemi COVID- 19 sedang bersinambung di semua bagian bumi. Di Indonesia, endemi COVID- 19 sudah berjalan lebih dari satu tahun. Bisa jadi kamu bingung, bila endemi COVID- 19 ini hendak selesai? Bagi Ketua Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom, endemi COVID- 19 sedang jauh dari berakhir, walaupun bermacam tahap sudah ditempuh buat menanggulangi endemi ini. Penangkalan penting dengan 5M ialah mengenakan masker, membersihkan tangan dengan sabun serta air mengalir, melindungi jarak, menghindari gerombolan, dan menghalangi aktivasi serta interaksi sudah digalakkan serta teruji amat elementer dalam memencet laju kemajuan COVID- 19. Sayangnya, pemahaman warga yang kecil menimbulkan aksi 5M tidak bisa terselenggara dengan cara maksimum.

Dilansir dari sumber suplement peninggi badan Bermacam riset sudah dicoba buat memperoleh obat ataupun vaksin untuk menanggulangi virus ini. Sebagian vaksin sudah teruji membagikan khasiat dalam menyiapkan sistem kebal badan buat menanggulangi peradangan COVID- 19. Sampai dikala ini tidak kurang dari 780 juta vaksin sudah diserahkan dengan cara garis besar. Tetapi, pemberian vaksin tidaklah salah satunya metode buat mempersiapkan sistem kebal badan. Metode lain yang tampaknya terabaikan dalam tingkatkan sistem kebal merupakan dengan komsumsi vit serta mineral semacam vit D, zinc, serta magnesium. Mengerti kah kamu gimana vit D, zinc, serta magnesium bisa berguna untuk kebal badan? Santapan apakah yang memiliki zat itu serta berapakah nilai berkecukupan buat bisa membagikan khasiat dengan cara maksimum?

Vit D

Vit D diucap pula cholecalciferol( vit D3) ataupun ergocalciferol( vit D2), yang ialah prekursor hormon yang berfungsi berarti dalam menata metabolisme kalsium serta fosfat. Tidak hanya gunanya pada homeostasis kalsium serta tulang, sebagian riset melaporkan kalau vit D bisa tingkatkan kekebalan alhasil berfungsi dalam penangkalan penyakit, spesialnya peradangan pada saluran pernafasan[6]. 

Vit D bisa pengaruhi sistem kebal dengan metode memencet proliferasi T- sel, produksi interleukin- 2 ( IL- 2) dan interferon-γ. Vit D pula diprediksi mempengaruhi dalam merendahkan proliferasi sel- B, sel plasma, serta penciptaan IgG. Di bagian lain, vit D pula bisa kurangi reaksi inflamasi dengan metode berikatan pada protein angiotensin converting enzyme 2 ( ACE- 2), yang mana ACE- 2 ialah reseptor masuknya virus SARS- CoV- 2[12].

Suatu riset yang mengaitkan 10, 933 kontestan dari 14 negeri membuktikan kalau konsumsi vit D yang adekuat bisa merendahkan resiko acute respiratory tract infection dari 55% jadi 40, 5%[7]. Rendahnya kandungan vit D di dalam badan berkaitan dengan kenaikan resiko COVID- 19 yang ditunjukkan oleh suatu riset meta analisa pada tahun 2021. Tetapi amat disayangkan kebiasaan defisiensi vit D di Indonesia terletak pada situasi yang amat membahayakan. Perihal ini dibuktikan oleh sesuatu riset yang membuktikan kalau 90% dari semua kontestan hadapi defisiensi vit D( kandungan vit D<20 ng atau mL)[10]. Angka itu sedang amat jauh dari keinginan maksimal vit D buat memproteksi badan dari resiko COVID- 19 yang terletak pada kisaran 40–60 ng atau mL( 100–150 nmol atau L). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 28 tahun 2019 sudah memutuskan saran konsumsi vit D setiap hari sebesar 15µg atau hari, hingga buat menggapai nilai itu, paling tidak diperlukan mengkonsumsi vit D3 sebesar 2000–5000 IU atau hari[4].

Vit D bisa didapat dengan gampang lewat 2 metode, ialah dengan cara eksogen ataupun endogen. Pangkal vit D dengan cara eksogen diterima dari santapan semacam ikan laut, telur, susu, mentega serta yoghurt dan komplemen vit D3 1000IU ataupun 5000IU. Sebaliknya dengan cara endogen, konsumsi vit D pada badan beberapa besar diperoleh dengan dorongan cahaya mentari. Cahaya ultraviolet B( UV- B) bisa berfungsi besar dalam pembuatan vit D untuk badan. Paparan sepanjang 15- 20 menit pada jam 09. 00- 11. 00 pagi dipercayai bisa mengahasilkan 250µg vit D 10. 000 IU[12].

Zinc

Zinc merupakan mineral elementer yang berfungsi dalam kegiatan sel semacam perkembangan, pembedaan, serta kesinambungan hidup sel itu sendiri. Di bagian lain, zinc ialah salah satu mineral berarti untuk kekebalan orang yang sayangnya sedang tidak sering dikenal khasiatnya alhasil kerap kali diabaikan. Kekurangan zinc jadi salah satu aspek yang menimbulkan permasalahan peradangan saluran respirasi( ISPA) tercantum kenaikan resiko perburukan peradangan COVID- 19. Suatu riset di India membuktikan kalau 57, 4% penderita COVID- 19 membuktikan kandungan zinc yang lebih kecil( 74, 5 miligram atau dL) dibanding dengan penderita segar( 105, 8 miligram atau dL)[5].

Tiap orang menginginkan zinc buat mengaktifkan limfosit T( sel T) yang berfungsi berarti dalam menata reaksi kebal. Kala badan kekurangan konsumsi zinc, badan lebih rentan terkena virus pemicu penyakit. Zinc pula berpotensi tingkatkan kegiatan sitotoksik sel NK yang berfungsi dalam menewaskan sel yang terkena, alhasil jasad renik pemicu peradangan bisa dihancurkan lewat fagositosis oleh neutrofil serta makrofag. Zinc pula bisa menginduksi kemajuan sel T- reg, kurangi kemajuan sel Th17 serta Th9 membela inflamasi, serta ikut serta dalam penciptaan antibodi, paling utama IgG alhasil berperan selaku antiinflamasi[2].

Keinginan konsumsi zinc setiap hari untuk badan merupakan sebesar 11 miligram atau hari buat pria berusia serta 9 miligram atau hari buat wanita berusia. Buat penuhi keinginan itu, zinc bisa didapat dari bermacam tipe santapan semacam tiram, daging merah, ayam, kacang- kacangan, biji- bijian, gandum, ataupun basi multivitamin serta mineral[3].

Magnesium

Mineral lain yang tidak takluk berartinya dengan vit D serta zinc ialah magnesium. Komplemen magnesium direkomendasikan dikala komsumsi komplemen vit D sebab sanggup mengaktifkan vit D untuk menata homeostasis kalsium serta fosfat buat pengaruhi perkembangan serta perawatan tulang. Seluruh enzim yang memetabolisme vit D kelihatannya menginginkan magnesium, yang berperan selaku kofaktor dalam respon enzimatik di batin serta ginjal. Takaran magnesium yang diperlukan terletak dalam kisaran 250- 500 miligram atau hari[4].

Magnesium menolong badan buat menguatkan sel NK serta limfosit dan selaku pangkal tenaga penting( ATP). Magnesium mempunyai dampak antihistamin, antiinflamasi, serta bronkodilatasi alhasil berguna pada bermacam penyakit kendala guna paru. Kandungan magnesium yang kecil diprediksi jadi salah satu pemicu melonjaknya peristiwa penyakit paru hambatan parah( PPOK). Perihal ini melandasi asumsi kalau kekurangan konsumsi magnesium bisa memperparah guna paru pada COVID- 19[3].

Keinginan konsumsi magnesium untuk badan ialah 400- 420 miligram per hari buat pria berusia serta 310- 320 miligram per hari buat wanita berusia. Pelampiasan konsumsi ini bisa didapat dari bermacam tipe santapan semacam ikan, dark chocolate, yoghurt, alpukat, pisang, gandum ataupun basi multivitamin serta mineral[8].

Bermacam zat di atas sesungguhnya gampang dipadati dengan komsumsi santapan yang bergizi serta balance. Hingga dari itu, tidak hanya lewat aplikasi aturan kesehatan 5M serta vaksinasi, berarti untuk kita buat melindungi konsumsi nutrisi ataupun komplemen lain alhasil bisa memaksimalkan kekebalan badan untuk melawan bermacam virus paling utama COVID- 19.