Investasi Saham Untuk Pensiun

Pensiun adalah kondisi seseorang yang tidak bekerja lagi akibat beberapa kondisi seperti usia sudah lanjut, keinginan sendiri untuk pensiun muda dan diberhentikan secara paksa. Seorang pekerja yang pensiun biasanya akan mendapatkan hak atas pesangon atau dana pensiun.

Apabila anda mendapatkan dana pensiun, maka anda akan mendapatkannya sampai meninggal dunia. Jenis pensiun ada beberapa meliputi pensiun normal, dipercepat, ditunda dan pensiun cacat. Untuk bisa menjamin kehidupan di masa depan, maka pensiunan bisa melakukan investasi saham. Supaya anda sukses investasi saham, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tips Memilih Investasi Saham Untuk Pensiun

saham untuk pensiun

Pakai Prinsip 100 Dikurangi Dengan Umur

ketika anda ingin pensiun dari suatu pekerjaan, maka anda bisa menggunakan prinsip 100 dikurangi dengan umur anda. Misalnya anda berusia 35 tahun dan pendapatan per bulan sekitar Rp 10.000.000. Ada bisa kurangkan 100 dengan 35, sehingga hasilnya akan menjadi 65. Kesimpulannya bahwa anda harus alokasikan 65% dana ke aset yang bisa tumbuh lebih dari inflasi.

Investasi saham menjadi salah satu cara efektif untuk mengalokasikan dana. Dengan menggunakan prinsip yang tepat, maka masa depan anda akan lebih aman dan pada masa pensiun, keuangan anda akan tetap lancar.

Pilih Saham yang Tingkat Resikonya Sesuai

Untuk menentukan investasi saham yang tepat tidaklah mudah, karena diperlukan ketelitian yang tinggi. Karena itu, Anda perlu memahami jenis-jenis saham. Secara umum, ada 2 tipe saham untuk pensiun yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia seperti saham value investing dan saham blue chip.

Saham blue chip adalah saham yang biasanya dibeli pada sebuah perusahaan yang sudah besar dan matang. Anda harus jeli dalam melihat saham yang memiliki harga baik dengan saham yang memiliki kinerja baik. Pastikan anda juga mengecek rekam jejak dari perusahaan penyedia sahamnya.

Keunggulan saat anda memilih jenis saham blue chip adalah saham yang bisa ditabung. Saham blue chip biasanya menggunakan produk yang familiar dan dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga harganya akan lebih cenderung stabil.

Sedangkan saham value investing adalah salah satu jenis saham yang memiliki pertumbuhan yang baik. Produk yang ditawarkan dalam jenis saham ini adalah produk yang punya prospek sangat bagus. Saham ini juga tidak terlalu banyak diperhatikan oleh para investor.

Saham value investing memang berlaku dalam jangka panjang, namun tidak memiliki stabilitas yang baik dibandingkan dengan saham blue chip.

Beli Saham Bertahap

Banyak sekali pemula yang berpikir bahwa membeli saham perusahaan dalam momen tertentu dan jumlahnya banyak akan menghasilkan keuntungan yang besar. Hal ini memang masuk akal, namun kurang bijak untuk dilakukan. Jika harga saham mengalami penurunan, maka anda bisa memperoleh kerugian yang sangat besar.

Untuk membeli saham secara bertahap bisa dilakukan dengan menyisihkan penghasilan per bulan ke investasi saham dan nominal yang di investasikab tergantung dari kemampuan anda. Pastikan anda memisahkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk investasi saham. Hindari melakukan investasi saham menggunakan uang harian, karena akan berdampak kepada stabilitas ekonomi anda.

Konsisten Menabung Saham

Jika anda bertujuan investasi saham untuk bekal di masa tua, maka anda harus menabung saham dengan konsisten. Anda menabung saham sampai dengan masa pensiun datang, sehingga anda jangan menjual saham yang dimiliki sebelum datangnya momen pensiun.

Misalnya anda memiliki target pensiun dalam 15 tahun ke depan, maka anda harus konsisten menabung saham selama 15 tahunan. Apabila anda mendapatkan dividen dari saham yang diinvestasikan, maka anda bisa gunakan dividen untuk investasi dividen yang lainnya. Dengan cara yang tepat, maka dana pensiun yang anda peroleh bisa sangat tinggi.

Beli Saham di Perusahaan yang Tepat

Cara investasi aman yang terakhir adalah dengan memilih perusahaan saham yang tepat, supaya anda bisa merasa aman dalam berinvestasi. Hindari perusahaan saham abal-abal yang tidak memiliki kredibilitas dalam bekerja.

Anda harus memastikan bahwa perusahaan sekuritas yang anda pilih sudah terdaftar secara legal di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Anda juga harus mengecek komentar atau testimoni yang diberikan para konsumen. Anda juga harus memilih produk saham yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Demikian ulasan lengkap mengenai investasi saham untuk pensiun dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.