5 Cara Menjaga Berat Badan Bayi

Pada usia enam bulan, bayi sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Seiring bertambah usia, berat badan bayi juga akan bertambah. Namun, Anda juga perlu memperhatikan agar buah hati Anda tidak kelebihan berat badan. Ini adalah salah satu ilmu parenting yang perlu diperhatikan.

Menjaga Berat Badan Bayi

Kelebihan berat badan dapat dipengaruhi oleh genetika atau juga faktor gaya hidup. Apabila tidak ada faktor pertama yang mempengaruhi berat badan, maka hal yang sebaiknya dilakukan adalah mengatur pola makan dan gaya hidup. Begitu pula dengan bayi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga pola makan bayi saat MPASI:

1.     Tidak Memberikan Gula Buatan

Kandungan gula sudah ada pada buah-buahan. Sehingga, bayi tidak perlu diberi gula tambahan, apalagi jika gula tersebut pemanis buatan atau gula tebu yang sudah diolah. Kadar gula yang terlalu tinggi pada makanan anak-anak akan merusak sistem kekebalan tubuh.

2.     Makanan Bergizi

Gula dapat ditemui di MPASI yang cenderung instan. Sebelum memberikan makanan instan, perhatikan dahulu kandungan gula di dalamnya. Kandungan gula pada makanan instan dapat mempengaruhi berat badan bayi. Akan lebih aman dan sehat apabila Anda memasak MPASI sendiri untuk buah hati.

Dengan memasak sendiri, Anda dapat mengetahui makanan mulai dari bahan-bahan dan cara mengolahnya. Anda dapat menakar keseimbangan gizi pada makanan buah hati Anda sehingga gizi anak akan terpenuhi.

3.     Makanan Sesuai Usia

Perkenalkan makanan untuk bayi sedikit demi sedikit sesuai dengan usia anak Anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak agar bisa memenuhi kebutuhan gizi buah hati.

Namun, memberikan MPASI pun harus memperhatikan kondisi si kecil. Beberapa anak dapat bereaksi berbeda atau tidak bereaksi pada makanan tertentu. Jika ada reaksi alergi, segera hentikan makannya.

Memberikan MPASI juga sebaiknya melihat reaksi anak. Jika Anak tidak mau, maka Anda tidak memaksanya. Oleh karena itu orang tua harus selalu bersabar saat mengenalkan makan untuk anak.

4.    Perhatikan Frekuensi Makan

Frekuensi makan juga sangat penting saat memberikan MPASI. Sesuaikan memberikan makan tambahan ini dengan usia anak Anda. pada usia enam bulan, pemberian MPASI bisa saja hanya dua kali sehari. Dengan bertambahnya usia memasuki usia delapan bulan, pemberian MPASI bisa ditingkatkan tiga kali sehari.

5.     Banyak Gerak

Pada ilmu parenting, pasangan dan Anda sebaiknya kompak untuk membuat buah hati aktif bergerak. Lakukanlah gerakan-gerakan senam pada bayi bersama dengan pasangan sehingga orang tua bisa melihat perkembangan anak secara dekat.

Senam atau olahraga bayi dapat membantu gerakan motorik buah hati Anda. Gerakan yang teratur akan bermanfaat pada perkembangan dan pertumbuhan otot. Dengan demikian, koneksi pada otot akan semakin kuat.

Olahraga sejak bayi dapat membiasakan anak Anda berolahraga sejak dini. Olahraga ini sebaiknya rutin dilakukan setiap hari. Dengan demikian, buah hati Anda dapat terhindar dari kelebihan berat badan.

Orang tua, baik ayah atau ibu, mempunyai peranan penting pada tumbuh kembang anak terutama pada berat badan bayi. Ilmu parenting tentang tumbuh kembang anak sebaiknya dipahami oleh orang tua agar anak senantiasa sehat.